• Pengaduan Pengaduan
  • Informasi Informasi

Berita

Informasi terkini, pengumuman, dan artikel terbaru dari Balai Pengembangan Vokasi Pendidikan dan Kebudayaan Kendari.

News & Updates
25 Mar 2026

Sanlat yang Beda: Menaker Bekali Pramuka agar Siap Kerja di Era AI

Bekasi - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak generasi muda, khususnya Generasi Z dan Milenial, memperkuat daya saing melalui konsep “Triple Readiness” atau tiga kesiapan: penguatan technical skills, soft skills , dan market entry readiness (kesiapan memahami dinamika pasar kerja). Pesan itu disampaikan saat Menaker menutup Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadan bagi Praja Muda Karana (Pramuka) Penegak dan Pandega se-Jabodetabek di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026). Menaker menekankan, tiga kesiapan tersebut penting karena dunia kerja sedang menghadapi ketidakpastian global, persaingan internasional yang makin ketat, serta disrupsi teknologi yang kian masif. Dalam situasi seperti ini, anak muda dituntut lebih adaptif agar tidak tertinggal saat memasuki dunia kerja, sekaligus mampu menangkap peluang baru yang muncul. “Menghadapi tiga tantangan tersebut, tidak cukup hanya dengan technical skills dan soft skills . Anak muda harus memiliki market entry readiness atau kesiapan dalam memahami dinamika pasar kerja global,” ujar Yassierli. Dalam sambutannya, Menaker menyoroti bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam dunia industri. Otomatisasi dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) kini tidak lagi hanya berperan sebagai alat bantu, tetapi telah mengubah cara industri bekerja dan berkembang. “Fenomena ini memicu lonjakan kebutuhan akan tenaga kerja berketerampilan tinggi (high-skilled labor) . Perusahaan kini mencari SDM yang tidak hanya mampu mengoperasikan teknologi, tetapi juga mahir merancang, mengelola, dan berkolaborasi dengan sistem AI,” tambahnya. Menaker menyampaikan, delapan dari 11 keterampilan inti (core skills) yang diprediksi sangat dibutuhkan pada tahun 2030 adalah human skills . Keterampilan ini menekankan kemampuan kognitif, sosial, dan pengelolaan diri yang justru menjadi pembeda manusia di tengah percepatan teknologi. Delapan keterampilan tersebut meliputi Kepemimpinan dan Pengaruh Sosial (Leadership and Social Influence); Berpikir Analitis (Analytical Thinking); Berpikir Kreatif (Creative Thinking);   Ketahanan, Fleksibilitas, dan Ketangkasan (Resilience, Flexibility, and Agility).  Selanjutnya Rasa Ingin Tahu dan Pembelajaran Sepanjang Hayat (Curiosity and Lifelong Learning);  Motivasi dan Kesadaran Diri (Motivation and Self-Awareness); Empati dan Mendengarkan Aktif (Empathy and Active Listening); serta Manajemen Talenta (Talent Management). Kegiatan Sanlat pada 7–8 Maret 2026 ini merupakan hasil kolaborasi Kemnaker, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta diikuti 300 peserta. Selain penguatan nilai dan karakter selama Ramadan, para peserta juga memperoleh pembekalan sesi dimana dikenalkan berbagai bidang pelatihan vokasi mulai dari refrigerasi, las, elektronika, pariwisata, hingga teknologi informasi yang difasilitasi oleh BBPVP Bekasi.  “Saya yakin konten Sanlat ini beda dengan Sanlat yang lain. Ini adalah Sanlat spesial karena adik-adik diarahkan untuk siap menghadapi Triple Readiness ,” kata Yassierli. Menaker berharap model kolaborasi seperti ini dapat diadaptasi oleh institusi pendidikan lainnya, agar pembinaan generasi muda tidak berhenti pada seremonial, tetapi memberi bekal yang nyata dan relevan untuk masa depan kerja. “Kita ingin anggota Pramuka dan pemuda Indonesia siap bertarung di pasar kerja masa depan, baik di level nasional maupun internasional,” ujarnya. Biro Humas Kemnaker
25 Mar 2026

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1 Diperpanjang hingga 24 Maret, Segera Daftarkan Diri!

Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperpanjang pendaftaran Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Batch 1 hingga 24 Maret 2026. Perpanjangan ini memberi waktu lebih luas bagi masyarakat terutama calon peserta yang ingin meningkatkan keterampilan kerja untuk mendaftar secara daring melalui skillhub.kemnaker.go.id, setelah sebelumnya pendaftaran dijadwalkan berakhir pada 6 Maret 2026. Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1 menyediakan kuota 20.000 peserta dan diselenggarakan gratis di 21 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), 13 Satuan Pelayanan (Satpel) Kemnaker, serta beberapa UPT Daerah Balai Latihan Kerja di seluruh Indonesia. Program ini terbuka bagi masyarakat berusia minimal 17 tahun yang telah memiliki akun SIAPkerja, dengan prioritas lulusan SMA/SMK/MA sederajat tahun 2023 hingga 2025. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, menegaskan perpanjangan pendaftaran ini dilakukan agar kesempatan akses pelatihan benar-benar bisa dijangkau lebih banyak masyarakat.  “Kami memperpanjang masa pendaftaran agar lebih banyak masyarakat, khususnya para lulusan  SMA/SMK/MA atau sederajat bisa memanfaatkan program ini sebaik-baiknya. Jangan lewatkan kesempatan ini karena pelatihan sepenuhnya gratis dan peserta mendapatkan berbagai fasilitas pendukung,” ujar Darmawansyah dalam keterangan pers Biro Humas Kemnaker, Sabtu (7/3/2026). Seiring perpanjangan pendaftaran, tahapan seleksi Batch 1 ikut disesuaikan. Pendaftaran dibuka hingga 24 Maret 2026, dengan batas akhir pengisian asesmen Siap Latih pada 24 Maret 2026 pukul 23.59 WIB. Proses seleksi dan wawancara calon peserta dijadwalkan pada 25–28 Maret 2026, pengumuman peserta yang lolos seleksi pada 29 Maret 2026, sedangkan kick off dan orientasi Program Pelatihan Vokasi Nasional Batch 1 tetap dilaksanakan pada 1 April 2026. Pendaftaran dilakukan melalui skillhub.kemnaker.go.id. Calon peserta terlebih dahulu membuat akun SIAPkerja, lalu mengikuti tahapan yang tersedia di sistem mulai dari pengisian Asesmen Kecocokan Kerja, Asesmen Penilaian Diri/Self Potential Inventory (SPI), hingga memilih program pelatihan yang diminati. Bagi peserta yang diterima, Kemnaker menyiapkan fasilitas pendukung agar pelatihan tidak sekadar “ikut pelatihan”, tetapi benar-benar membantu peserta fokus membangun kompetensi. Fasilitas yang diberikan meliputi pelatihan dan makan siang gratis, bantuan uang transportasi, perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) melalui BPJS Ketenagakerjaan, sertifikat pelatihan dari Balai Pelatihan, serta Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Fasilitas asrama juga tersedia sesuai kriteria dan ketersediaan. Pada Batch 1, bidang kejuruan yang tersedia antara lain Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), kewirausahaan, manufaktur, otomotif, pariwisata, dan konstruksi. Program pelatihan yang ditawarkan antara lain Internet of Things (IoT), instalasi panel surya, pengelasan, pengoperasian mesin CNC, otomasi industri, kendaraan listrik, cyber security, digital marketing, smart farming, hingga pengolahan pangan industri, serta berbagai kejuruan lainnya. Darmawansyah menekankan, program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia kerja secara nyata bukan sekadar menambah pengetahuan di atas kertas. “Program Pelatihan Vokasi Nasional ini dirancang langsung untuk menjawab kebutuhan dunia industri. Lulusannya tidak hanya mendapatkan sertifikat, tetapi juga kompetensi yang siap pakai di dunia kerja. Kami mendorong masyarakat untuk segera mendaftar sebelum batas waktu yang telah ditentukan,” ujarnya. Ia juga berharap tambahan waktu pendaftaran ini menjadi momentum agar informasi program menjangkau lebih luas, sehingga kuota 20.000 peserta dapat terpenuhi secara optimal. “Kami berharap dengan diperpanjangnya masa pendaftaran ini, informasi mengenai Pelatihan Vokasi Nasional semakin menyebar luas ke seluruh penjuru Indonesia. Target 20.000 peserta Batch 1 diharapkan dapat terpenuhi, karena setiap kursi yang tersedia adalah peluang nyata bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dan masa depannya,” pungkas Darmawansyah. Biro Humas Kemnaker
11 Mar 2026

Wamenaker: Pelatihan Vokasi Tak Boleh Sekadar Formalitas, Harus Perluas Peluang Kerja

Padang — Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan bahwa pelatihan vokasi harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan peluang kerja dan tidak sekadar menjadi kegiatan administratif. Menurutnya, pelatihan vokasi merupakan salah satu solusi efektif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sepanjang dilaksanakan dengan standar yang jelas, proses yang berkualitas, serta berorientasi pada hasil. “Oleh karena itu, pelatihan vokasi tidak boleh sekadar menggugurkan kegiatan. Pelatihan harus menghasilkan kompetensi yang diakui dan dibutuhkan pasar kerja. Jika pelatihan tidak meningkatkan peluang kerja, maka pendekatannya harus kita perbaiki bersama,” ujar Wamenaker saat membuka rangkaian Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK), webinar, dan short course di BPVP Padang,  Sumatera Barat, Senin (2/3/2026). Ia menambahkan, agar pelatihan benar-benar berdampak, perencanaan program harus didasarkan pada informasi pasar kerja yang akurat dan mutakhir. Dengan demikian, program yang diselenggarakan dapat selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Sejalan dengan itu, kemitraan menjadi kunci efektivitas penyelenggaraan pelatihan vokasi. Kementerian Ketenagakerjaan terus mendorong seluruh balai pelatihan di bawah naungannya untuk aktif membangun kolaborasi strategis dengan dunia usaha dan dunia industri. “Kami terus mendorong seluruh balai pelatihan di lingkungan Kemnaker untuk aktif membangun kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri, termasuk BPVP Padang yang selama ini konsisten memperkuat kolaborasi strategis,” ujarnya. Satu minggu sebelumnya, BPVP Padang juga melaksanakan pelatihan bagi penyandang disabilitas dan lansia. Menurut Wamenaker, langkah tersebut mencerminkan komitmen bahwa pelatihan vokasi harus bersifat inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat. “Pelatihan vokasi harus membuka akses seluas-luasnya, termasuk bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan. Kita ingin semua memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas peluang kerja,” ujarnya. Untuk memperkuat penempatan kerja, BPVP Padang menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak, termasuk BP3MI untuk pasar kerja luar negeri dan Universitas Negeri Padang dalam pengembangan kebekerjaan berbasis heritage. Berbagai pelatihan singkat turut diselenggarakan sesuai kebutuhan masyarakat dan perkembangan pasar kerja. Melalui penguatan Pelatihan Berbasis Kompetensi, link and match dengan industri, pemanfaatan informasi pasar kerja, serta kemitraan strategis, Kemnaker menargetkan pada tahun 2026 meningkatnya lulusan pelatihan yang bekerja atau berwirausaha, meningkatnya jumlah tenaga kerja tersertifikasi, serta meningkatnya produktivitas tenaga kerja, termasuk di Sumatera Barat. Biro Humas Kemnaker