• Pengaduan Pengaduan
  • Informasi Informasi

Berita

Informasi terkini, pengumuman, dan artikel terbaru dari Balai Pengembangan Vokasi Pendidikan dan Kebudayaan Kendari.

News & Updates
26 May 2026

BPVP Kendari Mengadakan Pelatihan Vokasi Nasional Gratis dan Bersertifikat

RRI. CO. ID, Kendari - Perkembangan teknologi dan persaingan global membuat dunia kerja mengalami perubahan yang sangat cepat. Saat ini, perusahaan tidak hanya mencari calon pekerja yang memiliki ijazah, tetapi juga individu yang mempunyai keterampilan atau skill yang baik. Kemampuan tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam menentukan kesiapan seseorang menghadapi tantangan dunia kerja. Sukriani, SH selaku Pengantar Kerja Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari, dalam dialog di RRI Pro 2 Kendari mengatakan, skill menjadi bekal seseorang mampu bersaing, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta menciptakan peluang usaha secara mandiri. "Jaman sekarang kalau tidak punya skill akan susah bersaing, pemerintah support masyarakat untuk mengasah skill melalui berbagai program pelatihan di BPVP Kendari, kami berkomitmen mencetak sumber daya manusia yang kompeten, siap kerja, dan mampu menghadapi tantangan dunia industri maupun wirausaha," ujarnya, Rabu, 20 Mei 2026. Di tempat yang sama, Nurichsan, S. Psi mengungkapkan, BPVP Kendari di bawah naungan Kementerian Ketenagakerjaan hadir sebagai jembatan menuju dunia kerja. BPVP Kendari menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pasar kerja. "BPVP Kendari mengadakan Pelatihan Vokasi Nasional gratis dan bersertifikat khusus untuk lulusan SMA/SMK/Sederajat, pendaftarannya mulai 19 Mei - 9 Juni 2026 melalui aplikasi Siap Kerja. Program pelatihan diantaranya AI, kontem kreator, administrasi, menjahit level lanjutan, pertanian modern, smart bulding, motor, mobil, LAS, kecantikan, menjahit pemula, barista, bakery, juru gambar bangunan, juru gambar pekerjaan jalan dan jembatan, teknisi perawatan AC, teknisi HP dan desain grafis," ujarnya. Selain pembekalan teori, peserta juga akan mendapatkan praktik langsung serta pengalaman kerja yang aplikatif. Dengan mengikuti pelatihan di BPVP, masyarakat termasuk anak - anak muda tak perlu khawatir tentang akses mengasah skill. Peserta pelatihan diharapkan nantinya mempunyai keterampilan kerja yang siap digunakan, akses jejaring industri, peluang kerja dan usaha yang lebih luas, sertifikat kompetensi resmi, serta peningkatan kepercayaan diri. Seluruh layanan pelatihan BPVP dirancang untuk menjembatani kebutuhan pencari kerja dengan tuntutan dunia industri, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas nasional.
26 May 2026

Jembatani Alumni MagangHub ke Dunia Kerja, Kemnaker Siapkan Estafet Karir

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berkomitmen untuk menjembatani penyerapan alumni pemagangan nasional (MagangHub Kemnaker) ke pasar kerja, baik di dalam maupun luar negeri. Langkah Estafet Karir ini diimplementasikan melalui transisi layanan digital dari MagangHub menuju KarirHub di bawah naungan ekosistem SIAPkerja. ​"Melalui transisi ini, para alumni pemagangan tidak lagi sekadar menyelesaikan program belajar di perusahaan, melainkan langsung diarahkan ke dalam platform pasar kerja yang terintegrasi penuh dengan ribuan lowongan kerja terpercaya," ujar Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Sabtu (23/05/2026). ​Menaker menjelaskan, melalui KarirHub, alumni MagangHub dapat langsung memasukkan portofolio dan pengalaman riil yang mereka dapatkan selama di MagangHub ke dalam profil profesional mereka. Sistem Job Matching pada KarirHub secara otomatis akan mencocokkan kompetensi alumni tersebut dengan kebutuhan spesifik dari perusahaan perekrut (recruiter). ​Ia menambahkan, untuk memperluas daya serap tenaga kerja, Kemnaker juga telah mengintegrasikan sistem ini dengan berbagai job portal swasta terkemuka seperti Glints, Jobstreet, Kalibrr, hingga KitaLulus. ​"Pengalaman yang didapatkan selama masa magang merupakan nilai jual yang sangat tinggi di mata perusahaan. Keikutsertaan dalam pemagangan nasional ini terbukti memperbesar peluang talenta muda untuk dilirik oleh perekrut profesional, memperluas akses komunikasi ke berbagai perusahaan berskala nasional, serta menyederhanakan seluruh proses lamaran kerja," imbuhnya. ​Adapun proses transisi ke KarirHub dapat dilakukan masyarakat melalui ekosistem SIAPkerja di situs resmi https://karirhub.kemnaker.go.id/. Proses ini dimulai dari registrasi akun secara digital, dilanjutkan dengan melengkapi data profil diri secara menyeluruh. ​Pengguna kemudian diarahkan untuk memilih minat pekerjaan yang diinginkan, mengunggah (upload) file CV terbaik, serta memasukkan riwayat pengalaman dari program MagangHub. Setelah profil siap, pengguna dapat langsung aktif mencari dan melamar lowongan kerja yang tersedia. ​Menaker pun menekankan bahwa masa magang bukanlah akhir, melainkan sebuah titik awal dari perjalanan karir yang panjang. Ia mengingatkan alumni untuk jangan pernah berhenti belajar serta selalu gigih dalam menangkap setiap peluang baru. ​"Jadi, KarirHub ini adalah jembatan utama yang kami siapkan dalam mengantarkan alumni MagangHub menuju dunia kerja yang sesungguhnya," pungkasnya. ​Biro Humas Kemnaker
26 May 2026

Menaker: Magang Nasional Perkuat Kesiapan Kerja Generasi Muda

Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan Program Magang Nasional menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat kesiapan generasi muda untuk memasuki dunia kerja melalui penguatan pengalaman praktis dan peningkatan kompetensi. Menurut Yassierli, dunia kerja saat ini menuntut lebih dari sekadar pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman kerja, pemahaman budaya kerja, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan profesional. “Persaingan dunia kerja ke depan akan semakin penuh tantangan. Karena itu, Program Magang Nasional menjadi wadah untuk terus meningkatkan kemampuan dan kesiapan diri,” ujar Yassierli pada  pelepasan 1.105 peserta Magang Nasional Batch II di Lingkungan Kemnaker, Kamis (21/5/2026). Ia menjelaskan, Program Magang Nasional tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga pembelajaran mengenai tata kelola, produktivitas, dan budaya kerja di lingkungan profesional. Peserta didorong untuk aktif menggali pengalaman selama mengikuti program. Selain itu, peserta memperoleh peningkatan kompetensi teknis maupun nonteknis, termasuk komunikasi, disiplin, dan profesionalisme yang dibutuhkan di dunia kerja. Kemnaker juga menyediakan fasilitas sertifikasi kompetensi bagi peserta magang sebagai nilai tambah saat memasuki pasar kerja. Dalam program ini tersedia sekitar 15 hingga 30 workshop sertifikasi yang dapat dipilih sesuai bidang masing-masing peserta. “Silakan dimanfaatkan sertifikasi kompetensi sebagai bonus di akhir program. Pilih yang paling relevan dengan bidang yang dikerjakan selama magang,” kata Yassierli. Yassierli menegaskan Kemnaker akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan Program Magang Nasional agar semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. Sementara itu, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, mengatakan program pemagangan merupakan langkah strategis pemerintah dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan siap kerja. Ia menambahkan, program ini juga mendorong pengembangan kemampuan nonteknis seperti komunikasi, disiplin, dan profesionalisme sebagai bekal menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Sebagai informasi, pelepasan peserta Magang Nasional Batch II secara nasional rencananya dilaksanakan pada 26 Mei 2026 oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Biro Humas Kemnaker