• Pengaduan Pengaduan
  • Informasi Informasi

Berita

Informasi terkini, pengumuman, dan artikel terbaru dari Balai Pengembangan Vokasi Pendidikan dan Kebudayaan Kendari.

News & Updates
31 Aug 2026

Kemnaker Dampingi 20 Perusahaan, Tingkatkan Produktivitas melalui Perbaikan Sistem Kerja

Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan mendampingi 20 perusahaan dari sektor manufaktur, pelayanan kesehatan, dan perhotelan untuk meningkatkan produktivitas melalui perbaikan sistem dan proses kerja selama September hingga November 2026. Pendampingan tersebut merupakan bagian dari upaya Kemnaker meningkatkan produktivitas perusahaan sekaligus memperkuat daya saing ekonomi dan kualitas dunia kerja Indonesia. Pelaksanaannya melibatkan sedikitnya 25 spesialis produktivitas terlatih, 20 instruktur, dan 20 peserta pemagangan nasional. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, peningkatan produktivitas perusahaan tidak cukup dilakukan dengan meningkatkan kompetensi tenaga kerja, tetapi juga perlu diikuti perbaikan tata kelola dan proses kerja secara menyeluruh. “Kompetensi tenaga kerja harus terhubung dengan produktivitas perusahaan. Ketika kompetensi meningkat, proses kerja membaik, teknologi dimanfaatkan secara optimal, dan budaya continuous improvement tumbuh, maka daya saing perusahaan dan perekonomian nasional juga akan meningkat,” ujar Yassierli melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Minggu (23/8/2026). Untuk memastikan perbaikan dilakukan sesuai kebutuhan masing-masing perusahaan, program ini menerapkan pendekatan company-based productivity improvement. Pendampingan diawali dengan pengukuran baseline dan diagnosis produktivitas, kemudian dilanjutkan dengan identifikasi akar masalah, penyusunan rencana peningkatan produktivitas, implementasi perbaikan, serta monitoring dan evaluasi dampak. Adapun bentuk intervensi disesuaikan dengan kondisi masing-masing perusahaan, antara lain melalui peningkatan efisiensi proses kerja, kualitas layanan, pengurangan pemborosan, tata kelola tempat kerja, optimalisasi sumber daya manusia, digitalisasi proses, serta peningkatan kualitas produksi dan pelayanan. Yassierli lebih lanjut menjelaskan, keterlibatan peserta pemagangan nasional dalam program ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis kondisi nyata di dunia kerja. Peserta memperoleh pengalaman langsung mengenai proses peningkatan produktivitas dengan berinteraksi bersama perusahaan, instruktur, dan spesialis produktivitas. “Peserta magang perlu memahami sejak awal bahwa bekerja bukan sekadar menyelesaikan tugas. Mereka juga harus belajar bagaimana suatu pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih baik, lebih efisien, lebih berkualitas, dan memberikan nilai tambah yang lebih tinggi,” ujar Yassierli. Yassierli mengatakan, peningkatan produktivitas menjadi semakin penting di tengah perubahan teknologi, dinamika pasar tenaga kerja, dan target Indonesia Emas 2045. Karena itu, produktivitas tidak hanya menjadi ukuran kinerja perusahaan, tetapi juga perlu dibangun sebagai bagian dari budaya kerja. Melalui program percontohan tersebut, Kemnaker berharap dapat menghasilkan model pendampingan peningkatan produktivitas perusahaan yang sistematis, terukur, dan terintegrasi untuk diterapkan secara lebih luas. Biro Humas Kemnaker
31 Aug 2026

Kemnaker Buka Pendaftaran Mitra Penyelenggara MagangHub Batch 2 Angkatan II

Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka pendaftaran calon mitra penyelenggara Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Batch 2 Angkatan II Tahun 2026 pada 21–31 Agustus 2026. Pendaftaran ditujukan bagi perusahaan serta kementerian/lembaga yang akan menjadi mitra penyelenggara pemagangan bagi lulusan perguruan tinggi dan pendidikan profesi. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, keterlibatan perusahaan dan kementerian/lembaga sebagai mitra penyelenggara menjadi bagian penting dalam memperluas kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi dan pendidikan profesi untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja. “Kemnaker mengajak perusahaan, kementerian, atau lembaga untuk turut berpartisipasi dalam Program Pemagangan Nasional demi memperluas kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi dan pendidikan profesi untuk memperoleh pengalaman kerja dan meningkatkan kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Yassierli melalui Siaran Pers Biro Humas Kemnaker, Sabtu (22/8/2026). Untuk menjadi mitra penyelenggara, calon mitra wajib memiliki akun SIAPKerja dan menunjuk satu orang pegawai yang terdaftar pada Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP) sebagai admin penyelenggara pemagangan. Melalui admin tersebut, perusahaan melakukan pendaftaran secara mandiri melalui laman resmi MagangHub dengan melengkapi sejumlah persyaratan, antara lain Nomor Induk Berusaha (NIB) atau kode pendaftaran WLKP, data pimpinan perusahaan, surat penunjukan admin, serta surat pernyataan kesediaan menjadi mitra penyelenggara pemagangan. Selain mendaftar sebagai mitra penyelenggara, perusahaan juga wajib mengusulkan program pemagangan yang memuat posisi, persyaratan program studi, lokasi, jumlah kebutuhan peserta, deskripsi posisi, serta jumlah hari pemagangan dan hari libur dalam satu minggu. Seluruh pendaftaran dan pengusulan program selanjutnya akan melalui proses verifikasi sebelum mitra penyelenggara ditetapkan. Verifikasi akan dilakukan pada 1–3 September 2026. “Setelah proses pendaftaran dan pengusulan program, kami akan melakukan verifikasi terhadap calon mitra penyelenggara pada 1–3 September 2026. Hasil verifikasi tersebut menjadi dasar penetapan mitra penyelenggara pemagangan sebelum kemudian diumumkan melalui laman MagangHub,” kata Yassierli. Setelah mitra penyelenggara ditetapkan, tahapan berikutnya berlanjut pada pendaftaran peserta yang dibuka pada 3–8 September 2026. Selanjutnya, mitra penyelenggara melakukan rekrutmen dan pengusulan peserta pada 9–15 September 2026. Peserta yang telah diusulkan kemudian mengikuti proses seleksi dan penetapan peserta pemagangan pada 16–18 September 2026. Hasil seleksi akan diumumkan pada 18 September 2026. Biro Humas Kemnaker
26 Aug 2026

Kemnaker Perkuat Kompetensi Tenaga Kerja di Medan Sesuai Kebutuhan Industri

Medan — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan memperkuat kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan berbasis kompetensi (PBK) yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.  Pelatihan tersebut dilaksanakan dengan menggandeng pemerintah daerah, dunia industri, lembaga pendidikan, dan berbagai mitra. Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan, kolaborasi lintas sektor penting untuk memperluas jangkauan pelatihan sekaligus memastikan keterampilan yang diberikan relevan dengan kebutuhan pasar kerja. “Sinergi ini memperluas jangkauan pelatihan dan memastikan bahwa keterampilan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” ujar Afriansyah dalam kegiatan di BBPVP Medan, Sumatera Utara, Kamis (20/8/2026). Afriansyah juga berpesan kepada peserta agar memanfaatkan pelatihan sebagai kesempatan untuk memperkuat keterampilan yang dibutuhkan dalam menghadapi dunia kerja.  “Serap ilmu sungguh-sungguh, karena keterampilan yang Anda peroleh di sini adalah bekal berharga untuk masa depan,” katanya. Dalam kesempatan tersebut, Afriansyah turut menutup pelatihan Housekeeping yang diselenggarakan BBPVP Medan bekerja sama dengan Yayasan PLAN International Indonesia, dengan peserta dari kalangan penyandang disabilitas. Ia mengapresiasi para peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dan mendorong mereka untuk terus meningkatkan kompetensi serta kepercayaan diri. Adapun pelatihan berbasis kompetensi yang diselenggarakan BBPVP Medan mencakup sejumlah bidang, antara lain pariwisata, bisnis dan manajemen, smart supply chain, serta teknologi informasi dan komunikasi. Melalui pelatihan tersebut, Kemnaker terus memperkuat kompetensi tenaga kerja agar keterampilan yang dimiliki semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia industri. Biro Humas Kemnaker