• Pengaduan Pengaduan
  • Informasi Informasi

Berita

Informasi terkini, pengumuman, dan artikel terbaru dari Balai Pengembangan Vokasi Pendidikan dan Kebudayaan Kendari.

News & Updates
06 Aug 2026

Menaker Tekankan Kolaborasi Kampus dan Industri untuk Atasi Mismatch Lulusan

Kendari – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan pentingnya kolaborasi yang lebih erat antara perguruan tinggi dan dunia industri untuk mengatasi ketidaksesuaian (mismatch) antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia kerja. Berdasarkan data, sekitar 33,5 persen lulusan perguruan tinggi di Indonesia bekerja tidak sesuai dengan bidang ilmunya. "Ada mismatch yang menjadi PR kita bersama. Perguruan tinggi menghasilkan lulusan, namun seringkali tidak nyambung dengan kebutuhan industri. Inilah mengapa kampus harus selalu dekat dengan industri," ujar Menaker Yassierli saat memberikan Kuliah Umum di Universitas Muhammadiyah Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (5/8/2026). Menurut Menaker, kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri perlu diiringi dengan transformasi pendidikan tinggi agar mampu menghasilkan lulusan yang lebih siap memasuki dunia kerja. Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah memastikan lulusan memiliki kompetensi yang terukur melalui sertifikasi kompetensi, selain ijazah akademik. Selain itu, perguruan tinggi juga perlu membekali mahasiswa dengan kemampuan komunikasi, kolaborasi, empati, serta berpikir kritis yang tidak dapat digantikan oleh kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Mahasiswa juga didorong memiliki kombinasi beberapa kompetensi spesifik yang didukung satu kompetensi umum (M-Shaped), sehingga lebih adaptif menghadapi perkembangan dunia kerja dibanding hanya mengandalkan satu spesialisasi. Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya tersebut, Kemnaker terus memperluas Program Pemagangan Nasional atau MagangHub. Pada 2026, program ini ditargetkan menjangkau 150.000 peserta, meningkat 50.000 peserta dibandingkan tahun sebelumnya. Peserta program memperoleh uang saku setara upah minimum selama enam bulan sekaligus memperoleh pengalaman kerja langsung di dunia industri. "Program Pemagangan Nasional atau MagangHub ini adalah investasi besar dan bukti keseriusan pemerintah untuk memperkecil kesenjangan kompetensi antara lulusan dengan kebutuhan dunia industri," kata Menaker. Menaker menambahkan, kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja juga ditentukan oleh pola pikir yang adaptif terhadap perubahan. Karena itu, mahasiswa perlu menanamkan tiga pola pikir utama, yaitu Growth Mindset untuk terus belajar, Future Mindset agar adaptif terhadap perkembangan zaman, serta Innovation Mindset untuk terus melahirkan gagasan dan solusi baru. "Dunia bergerak cepat. Sebanyak 39 persen keahlian akan berubah dalam enam tahun ke depan. Mahasiswa tidak boleh berhenti belajar hanya di dalam kelas," pungkasnya. Pada kesempatan yang sama, Menaker juga menyampaikan komitmen Kemnaker untuk memperluas akses pengembangan kompetensi bagi masyarakat Sulawesi Tenggara. Setelah berdiskusi dengan Gubernur Sulawesi Tenggara, Kemnaker akan meningkatkan kuota pelatihan dan sertifikasi kompetensi gratis dari 2.000 menjadi 10.000 orang pada tahun ini. Sertifikasi tersebut diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan diakui secara nasional. Biro Humas Kemnaker
29 Jul 2026

Wamenaker: Job Fair Buka Peluang Kerja di Tengah Perubahan Industri

Magelang – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan, Job Fair menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap kesempatan kerja sekaligus mempertemukan talenta dengan kebutuhan dunia usaha dan industri di tengah perubahan pasar kerja. “Dalam situasi pasar kerja yang terus berubah, penyelenggaraan Job Fair memiliki peran penting karena mempertemukan secara langsung pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja,” ujar Wamenaker saat membuka Pameran Kesempatan Kerja/Job Fair Kota Magelang Tahun 2026 di Magelang, Jawa Tengah, Selasa (28/7/2026). Wamenaker mengatakan, perkembangan teknologi, dinamika ekonomi global, dan perubahan kebutuhan industri telah mempengaruhi pola kebutuhan tenaga kerja. Kondisi tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat agar kompetensi tenaga kerja semakin relevan dengan kebutuhan industri. Menurutnya, Job Fair memberikan manfaat nyata bagi pencari kerja karena tidak hanya menghadirkan informasi peluang kerja, tetapi juga membuka ruang interaksi langsung dengan perusahaan, proses rekrutmen, serta pemahaman mengenai kompetensi yang dibutuhkan dunia industri. “Job Fair bukan hanya tempat mencari lowongan pekerjaan, tetapi juga menjadi ruang bagi pencari kerja untuk mengenali kebutuhan industri dan mempersiapkan kemampuan yang sesuai dengan perkembangan dunia kerja,” katanya. Wamenaker menambahkan, perubahan industri juga menghadirkan peluang baru di berbagai sektor. Karena itu, pencari kerja perlu terus meningkatkan kompetensi, baik keterampilan teknis maupun keterampilan nonteknis, seperti komunikasi, kemampuan beradaptasi, dan pemecahan masalah. “Tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan terus belajar akan memiliki daya saing lebih kuat dalam menghadapi perubahan dunia kerja,” ujar Wamenaker. Selain membuka akses terhadap pekerjaan di sektor formal, Wamenaker juga mengajak masyarakat melihat UMKM sebagai bagian penting dari ekosistem ketenagakerjaan nasional. Menurutnya, UMKM bukan hanya ruang ekonomi, tetapi juga tempat masyarakat mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kemandirian. “UMKM bukan sekadar alternatif, tetapi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi. Banyak peluang dapat berkembang dari sektor ini,” jelasnya. Wamenaker mengapresiasi Pemerintah Kota Magelang dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan Job Fair tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat memperluas kesempatan kerja, memperkuat keterhubungan antara pencari kerja dan industri, serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Biro Humas Kemnaker
17 Jul 2026

Kepala BPVP Kendari Resmi Buka Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2

Pembukaan Pelatihan! 🎉  Kepala BPVP Kendari, Bapak M.A. Habibi Kadir, S.T., M.M., secara resmi membuka Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 pada Rabu, 15 Juli 2026.   Pelatihan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja.   Diharapkan, melalui Pelatihan Vokasi Nasional ini semakin banyak pencari kerja yang dibekali dengan skill, knowledge, dan attitude yang dibutuhkan agar semakin siap ke dunia profesional.