• Pengaduan Pengaduan
  • Informasi Informasi

Berita

Informasi terkini, pengumuman, dan artikel terbaru dari Balai Pengembangan Vokasi Pendidikan dan Kebudayaan Kendari.

News & Updates
28 Sep 2026

Menaker: Generasi Muda Harus Siap Beradaptasi dengan Perubahan Dunia Kerja

Padang — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan generasi muda perlu terus memperkuat kompetensi dan kemampuan beradaptasi untuk menghadapi perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat. Perkembangan kecerdasan artifisial (AI), digitalisasi, ekonomi hijau, serta perubahan demografi turut mengubah jenis pekerjaan dan cara pekerjaan dilakukan. Perubahan tersebut menuntut generasi muda memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. “Dalam menyikapi perubahan tersebut, tidak cukup jika hanya berbekal ijazah. Kita perlu menyiapkan generasi muda agar memiliki kompetensi yang relevan, pengalaman kerja, kemampuan beradaptasi, dan memiliki kemauan untuk terus belajar,” ujar Yassierli dalam Kuliah Umum Universitas Baiturrahmah di Padang,  Sumatera Barat, Jumat (25/9/2026). Ia mengatakan generasi muda perlu membekali diri melalui reskilling dan upskilling. Peningkatan kompetensi tidak hanya membantu menghadapi perubahan pekerjaan, tetapi juga membuka peluang untuk memasuki jenis pekerjaan baru yang muncul seiring perkembangan teknologi. Menurut Yassierli, Kemnaker mendorong penguatan core skills dan integrated skills. Core skills mencakup kompetensi teknis, sertifikasi, portofolio, dan pengalaman praktik. Sementara itu, integrated skills menekankan kemampuan menggabungkan berbagai kompetensi sesuai kebutuhan pekerjaan. “Di tengah perkembangan AI, peran manusia dalam kreativitas, empati, integritas, kemampuan mengambil keputusan harus terus diperkuat. Karena itu, kita perlu belajar bekerja bersama teknologi,” kata Yassierli. Ia menambahkan, kemampuan beradaptasi juga perlu dibangun melalui growth mindset, pengalaman, dan ketekunan dalam mengembangkan kompetensi. Kemnaker mendukung pengembangan kompetensi generasi muda melalui Balai Pelatihan Vokasi, Program Pemagangan Nasional, pengembangan talenta, serta sertifikasi kompetensi yang berlandaskan standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). “Dunia kerja akan terus berubah. Karena itu, generasi muda harus memiliki semangat untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan, dan beradaptasi dengan perubahan. Pemerintah hadir untuk memastikan ekosistem pendukungnya tersedia,” ujarnya. Biro Humas Kemnaker
28 Sep 2026

Kemnaker Mulai MagangHub Batch 2, Sebanyak 40.962 Peserta Siap Ikuti Pemagangan

Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memulai Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Batch 2 Angkatan II. Sebanyak 40.962 peserta yang dinyatakan lolos seleksi akan mulai mengikuti program ini selama 6 bulan ke depan. Mereka akan mengikuti pemagangan untuk mendapatkan keterampilan soft skill dan pengalaman kerja profesional di kementerian, lembaga, maupun sektor industri. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, program ini merupakan direktif langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja. Melalui pemagangan ini, para talenta muda mendapatkan kesempatan belajar secara langsung di lapangan. “Program Pemagangan Nasional ini hadir untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak bangsa untuk belajar, menambah pengalaman, skill, kompetensi, dan portofolio. Inilah salah satu upaya pemerintah untuk menyiapkan talenta-talenta unggul di masa yang akan datang,” ujar Menaker dalam Kick Off Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi Batch 2 Angkatan II di Gedung Vokasi Kemnaker, Jakarta, Rabu (23/9/2026). Menaker mengatakan, pelaksanaan program ini melibatkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Mahkamah Konstitusi, Sekretariat Jenderal DPR RI, Kemenko Perekonomian, dan Sekretariat Kabinet RI. Ia pun menekankan bahwa program pemagangan ini murni berfokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia dan tidak dirancang untuk menggantikan posisi pekerja reguler di perusahaan. Untuk itu, Kemnaker menerapkan aturan dan pengawasan ketat terkait hak serta beban kerja peserta magang. Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memulai Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Batch 2 Angkatan II. Sebanyak 40.962 peserta yang dinyatakan lolos seleksi akan mulai mengikuti program ini selama 6 bulan ke depan. Mereka akan mengikuti pemagangan untuk mendapatkan keterampilan soft skill dan pengalaman kerja profesional di kementerian, lembaga, maupun sektor industri. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, program ini merupakan direktif langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja. Melalui pemagangan ini, para talenta muda mendapatkan kesempatan belajar secara langsung di lapangan. “Program Pemagangan Nasional ini hadir untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak bangsa untuk belajar, menambah pengalaman, skill, kompetensi, dan portofolio. Inilah salah satu upaya pemerintah untuk menyiapkan talenta-talenta unggul di masa yang akan datang,” ujar Menaker dalam Kick Off Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi Batch 2 Angkatan II di Gedung Vokasi Kemnaker, Jakarta, Rabu (23/9/2026). Menaker mengatakan, pelaksanaan program ini melibatkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Mahkamah Konstitusi, Sekretariat Jenderal DPR RI, Kemenko Perekonomian, dan Sekretariat Kabinet RI. Ia pun menekankan bahwa program pemagangan ini murni berfokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia dan tidak dirancang untuk menggantikan posisi pekerja reguler di perusahaan. Untuk itu, Kemnaker menerapkan aturan dan pengawasan ketat terkait hak serta beban kerja peserta magang. “Pemagangan ini skemanya adalah peningkatan kompetensi, bukan untuk menggantikan pekerja yang ada. Pengawasannya ketat, peserta magang tidak boleh dibebani jam kerja berlebih, tidak boleh bekerja pada shift malam, dan seluruh tugas yang diberikan harus sesuai dengan koridor pembelajaran,” tegas Yassierli. Selain penegasan mengenai aturan dan pelindungan peserta, Menaker juga menggarisbawahi komitmen inklusivitas dalam pelaksanaan pemagangan nasional kali ini. Pada Batch 2 Angkatan II ini, tercatat sebanyak 15 (lima belas) peserta penyandang disabilitas turut dinyatakan lolos seleksi dan siap mengasah keterampilan profesional di instansi maupun perusahaan mitra. Dengan bertambahnya peserta pada gelombang ini, total akumulasi peserta pemagangan telah mencapai 87.122 orang, gabungan dari 46.160 peserta pada Batch 1 dan 40.962 peserta pada Batch 2. Pemerintah sendiri menyediakan kuota sebanyak 150.000 peserta MagangHub Angkatan II, yang ditargetkan akan terpenuhi pada Batch 3 yang direncanakan meluncur pada awal November mendatang setelah melalui tahapan evaluasi. Menghadapi besarnya persaingan di pasar kerja, Menaker menekankan bagi para peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai wadah belajar, pengembangan diri, serta portofolio untuk memasuki dunia kerja. “Formula sukses magang itu adalah learn, belajar cepat, contribute, dan be different. Saya sering mengatakan be different, karena perusahaan itu mau merekrut kita kalau Adik-adik memberikan nilai tambah (giving value), memberikan significant value kepada perusahaan,” pungkas Menaker.   Biro Humas Kemnaker  
28 Sep 2026

Wamenaker: Peserta MagangHub Harus Siap Hadapi Dunia Kerja

Banyuwangi — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor meminta peserta Program Magang Nasional (MagangHub) memanfaatkan program yang diikuti untuk membangun kompetensi, kedisiplinan, dan profesionalisme sebagai bekal menghadapi dunia kerja. Hal tersebut disampaikan Afriansyah saat meninjau pelaksanaan Program Magang Nasional yang diikuti 42 peserta di Akademi Penerbangan Indonesia (API) Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (22/9/2026). Menurut Afriansyah, pemagangan menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperoleh pengalaman dan mengembangkan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. “Kami berharap melalui kegiatan pemagangan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja, tetapi juga mampu mengembangkan kompetensi, kedisiplinan, profesionalisme, dan kesiapan menghadapi kebutuhan dunia kerja,” ujar Afriansyah. Ia meminta peserta mengikuti pemagangan dengan sungguh-sungguh serta menyerap ilmu dan pengalaman sebanyak mungkin selama berada di tempat pemagangan.  “Jaga integritas, disiplin, serta tunjukkan sikap profesional selama mengikuti pemagangan,” pesan Afriansyah kepada para peserta. Afriansyah juga menyampaikan apresiasi kepada API Banyuwangi yang telah memberikan ruang pembelajaran dan pengalaman kerja bagi peserta pemagangan. Ia mengatakan keterhubungan antara pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia kerja diperlukan agar peserta memperoleh pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Dalam kunjungan tersebut, Afriansyah juga berdialog dengan peserta serta mendengarkan kesan dan harapan mereka selama mengikuti program. Biro Humas Kemnaker