• Pengaduan Pengaduan
  • Informasi Informasi

Berita

Informasi terkini, pengumuman, dan artikel terbaru dari Balai Pengembangan Vokasi Pendidikan dan Kebudayaan Kendari.

News & Updates
26 May 2026

Jembatani Alumni MagangHub ke Dunia Kerja, Kemnaker Siapkan Estafet Karir

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berkomitmen untuk menjembatani penyerapan alumni pemagangan nasional (MagangHub Kemnaker) ke pasar kerja, baik di dalam maupun luar negeri. Langkah Estafet Karir ini diimplementasikan melalui transisi layanan digital dari MagangHub menuju KarirHub di bawah naungan ekosistem SIAPkerja. ​"Melalui transisi ini, para alumni pemagangan tidak lagi sekadar menyelesaikan program belajar di perusahaan, melainkan langsung diarahkan ke dalam platform pasar kerja yang terintegrasi penuh dengan ribuan lowongan kerja terpercaya," ujar Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Sabtu (23/05/2026). ​Menaker menjelaskan, melalui KarirHub, alumni MagangHub dapat langsung memasukkan portofolio dan pengalaman riil yang mereka dapatkan selama di MagangHub ke dalam profil profesional mereka. Sistem Job Matching pada KarirHub secara otomatis akan mencocokkan kompetensi alumni tersebut dengan kebutuhan spesifik dari perusahaan perekrut (recruiter). ​Ia menambahkan, untuk memperluas daya serap tenaga kerja, Kemnaker juga telah mengintegrasikan sistem ini dengan berbagai job portal swasta terkemuka seperti Glints, Jobstreet, Kalibrr, hingga KitaLulus. ​"Pengalaman yang didapatkan selama masa magang merupakan nilai jual yang sangat tinggi di mata perusahaan. Keikutsertaan dalam pemagangan nasional ini terbukti memperbesar peluang talenta muda untuk dilirik oleh perekrut profesional, memperluas akses komunikasi ke berbagai perusahaan berskala nasional, serta menyederhanakan seluruh proses lamaran kerja," imbuhnya. ​Adapun proses transisi ke KarirHub dapat dilakukan masyarakat melalui ekosistem SIAPkerja di situs resmi https://karirhub.kemnaker.go.id/. Proses ini dimulai dari registrasi akun secara digital, dilanjutkan dengan melengkapi data profil diri secara menyeluruh. ​Pengguna kemudian diarahkan untuk memilih minat pekerjaan yang diinginkan, mengunggah (upload) file CV terbaik, serta memasukkan riwayat pengalaman dari program MagangHub. Setelah profil siap, pengguna dapat langsung aktif mencari dan melamar lowongan kerja yang tersedia. ​Menaker pun menekankan bahwa masa magang bukanlah akhir, melainkan sebuah titik awal dari perjalanan karir yang panjang. Ia mengingatkan alumni untuk jangan pernah berhenti belajar serta selalu gigih dalam menangkap setiap peluang baru. ​"Jadi, KarirHub ini adalah jembatan utama yang kami siapkan dalam mengantarkan alumni MagangHub menuju dunia kerja yang sesungguhnya," pungkasnya. ​Biro Humas Kemnaker
26 May 2026

Menaker: Magang Nasional Perkuat Kesiapan Kerja Generasi Muda

Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan Program Magang Nasional menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat kesiapan generasi muda untuk memasuki dunia kerja melalui penguatan pengalaman praktis dan peningkatan kompetensi. Menurut Yassierli, dunia kerja saat ini menuntut lebih dari sekadar pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman kerja, pemahaman budaya kerja, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan profesional. “Persaingan dunia kerja ke depan akan semakin penuh tantangan. Karena itu, Program Magang Nasional menjadi wadah untuk terus meningkatkan kemampuan dan kesiapan diri,” ujar Yassierli pada  pelepasan 1.105 peserta Magang Nasional Batch II di Lingkungan Kemnaker, Kamis (21/5/2026). Ia menjelaskan, Program Magang Nasional tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga pembelajaran mengenai tata kelola, produktivitas, dan budaya kerja di lingkungan profesional. Peserta didorong untuk aktif menggali pengalaman selama mengikuti program. Selain itu, peserta memperoleh peningkatan kompetensi teknis maupun nonteknis, termasuk komunikasi, disiplin, dan profesionalisme yang dibutuhkan di dunia kerja. Kemnaker juga menyediakan fasilitas sertifikasi kompetensi bagi peserta magang sebagai nilai tambah saat memasuki pasar kerja. Dalam program ini tersedia sekitar 15 hingga 30 workshop sertifikasi yang dapat dipilih sesuai bidang masing-masing peserta. “Silakan dimanfaatkan sertifikasi kompetensi sebagai bonus di akhir program. Pilih yang paling relevan dengan bidang yang dikerjakan selama magang,” kata Yassierli. Yassierli menegaskan Kemnaker akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan Program Magang Nasional agar semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. Sementara itu, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, mengatakan program pemagangan merupakan langkah strategis pemerintah dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan siap kerja. Ia menambahkan, program ini juga mendorong pengembangan kemampuan nonteknis seperti komunikasi, disiplin, dan profesionalisme sebagai bekal menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Sebagai informasi, pelepasan peserta Magang Nasional Batch II secara nasional rencananya dilaksanakan pada 26 Mei 2026 oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Biro Humas Kemnaker
21 May 2026

BPVP Kendari Dorong Literasi Digital Pencari Kerja

RRI.CO.ID, Kendari - BPVP Kendari menyoroti pentingnya peningkatan literasi digital dan perluasan jaringan kerja bagi peserta pelatihan di tengah perubahan dunia kerja yang semakin berbasis teknologi dan daring. Pengantar Kerja BPVP Kendari, Nurichsan S.Psi mengatakan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi peserta pelatihan saat ini bukan hanya soal keterampilan, tetapi juga kurangnya akses informasi dan jaringan untuk memasuki dunia kerja. Menurutnya, meskipun banyak peserta sudah memiliki keterampilan, sebagian masih kesulitan memanfaatkannya untuk mendapatkan pekerjaan karena belum memahami berbagai platform pencarian kerja yang tersedia di era digital. “Sebagian besar tantangan mereka adalah belum banyak memiliki jaringan dan informasi terkait dunia kerja. Meskipun sudah memiliki keterampilan, mereka belum tentu bisa langsung menggunakannya untuk mendapatkan pekerjaan,” ujarnya. Ia menjelaskan, saat ini peluang kerja tidak hanya tersedia secara langsung atau onsite, tetapi juga semakin banyak tersedia pekerjaan berbasis remote yang dapat diakses melalui berbagai platform digital di internet. Namun demikian, kata Nurichsan, masih banyak peserta pelatihan yang belum mengetahui portal-portal pencarian kerja maupun peluang penghasilan secara daring, sehingga hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam proses peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Sekarang sudah banyak sekali platform di internet, baik untuk mencari pekerjaan maupun untuk menghasilkan cuan. Tapi masih banyak peserta yang belum mengetahuinya,” tambahnya. Ia berharap ke depan literasi digital peserta pelatihan dapat terus ditingkatkan agar keterampilan yang dimiliki dapat benar-benar dimanfaatkan secara optimal di dunia kerja modern.